Kesbangpol Gorontalo Perkuat Peran FKUB Cegah Dini Konflik Kerukunan Umat Beragama

P
PPID Kesbang_M.R.Lagata
17 October 2026 • 3 min baca • 16x dilihat
Kesbangpol Gorontalo Perkuat Peran FKUB Cegah Dini Konflik Kerukunan Umat Beragama

GORONTALO – Menjaga kerukunan umat beragama membutuhkan komitmen bersama, komunikasi yang terbuka, dan langkah pencegahan sejak dini. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat koordinasi dan penguatan Sistem Mitigasi Cegah Dini Potensi Konflik Kerukunan Umat Beragama (SIMIKAGAMA), Sabtu (17/10/2026), bertempat di Aula Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, S.IP., M.Si., ini diikuti oleh pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo.


Dalam sambutannya, Nikson menegaskan bahwa Gorontalo dikenal sebagai daerah yang religius, menjunjung tinggi kebersamaan, serta memiliki semangat persaudaraan dan gotong royong. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dirawat melalui koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. “Kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan persatuan daerah. Karena itu, upaya pencegahan konflik harus dilakukan sejak dini melalui koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya FKUB dan para tokoh agama,” ujar Nikson.


Ia juga menekankan bahwa FKUB memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Melalui rakor ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi serta pertukaran informasi mengenai gejala atau indikasi yang berpotensi mengganggu kerukunan. Dialog dan mediasi, lanjutnya, perlu terus dioptimalkan dengan mengedepankan musyawarah, sikap saling menghormati, serta pendekatan yang bijaksana dalam menyikapi setiap perbedaan.


Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama, Bambang Miolo, menekankan pentingnya memperkuat kewaspadaan dan komunikasi lintas agama sebagai langkah mencegah persoalan sosial keagamaan berkembang menjadi konflik terbuka. “Kerukunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui sikap saling menghormati, tetapi harus diperkuat dengan kebersamaan, komunikasi yang terbuka, dan kepedulian untuk mencegah potensi konflik sejak dini,” ungkap Bambang. Ia berharap FKUB semakin aktif membangun dialog, memperkuat toleransi, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui pendekatan persuasif dan musyawarah.

Melalui SIMIKAGAMA, upaya pencegahan dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pengumpulan informasi, verifikasi lapangan, analisis risiko, koordinasi lintas sektor, hingga pemantauan tindak lanjut. Langkah ini semakin relevan di tengah tantangan penyebaran informasi keliru, ujaran kebencian di media sosial, dan berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu kesalahpahaman antarumat beragama.


Sebagai tindak lanjut, koordinasi berkala antara FKUB Provinsi dan FKUB kabupaten/kota akan didorong untuk memantau perkembangan situasi kerukunan umat beragama. Kegiatan dialog dan edukasi kerukunan juga perlu dilaksanakan pada wilayah yang membutuhkan penguatan komunikasi sosial. Melalui langkah tersebut, Kesbangpol Provinsi Gorontalo berharap sinergi pemerintah dan FKUB semakin solid dalam mendeteksi potensi persoalan sejak dini, menjaga stabilitas daerah, serta merawat Gorontalo sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan harmonis.

Kata Kunci: #KesbangpolOke #GorontaloAman #Gorontalorukun

Komentar & Diskusi

0 tanggapan

Sampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.

Belum ada komentar pada konten ini.

Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.

Tulis Komentar

Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.

Email Anda dirahasiakan dan tidak dipublikasikan.

0 / 2000
Dilindungi sistem verifikasi & moderasi operator resmi.